Home Sunday, 05 September 2010
probiz.wgtt.org
Jepang: Pekerja Indonesia Kurang Oke PDF Print E-mail
Written by Kompas.com   
Friday, 18 July 2008

TOKYO, JUMAT - Kalangan pengusaha Jepang menilai tenaga kerja Indonesia umumnya tergolong pekerja rajin, tetapi kurang memiliki pengalaman cukup di bidangnya sehingga perlu dilakukan pembenahan serius agar bisa dengan cepat menembus pasar Jepang.

"Kolaborasi pengusaha Indonesia dengan pengusaha Jepang merupakan jalan keluar yang baik khususnya di tingkat UKM, mengingat poduk-produk Indonesia sudah ada yang diterima pasar Jepang, tetapi belum dikenal secara meluas," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Jepang-Indonesia wilayah Jepang Barat (Kansai) Hajime Kinoshita.
    
Kinoshita mengemukakan hal itu seusai menjadi pembicara dalam seminar perdagangan yang digelar Atase Perdagangan KBRI Tokyo, Kamis (17/7). Dalam kesempatan itu, Kinoshita memaparkan kondisi investasi di Indoensia yang semakin membaik, sekaligus menjelaskan kualitas produk UKM Indonesia.
    
Kinoshita yang pernah menjabat pimpinan Matshusita di Indonesia itu mengemukakan bahwa persoalan lainnya adalah masalah penanganan akhir atau finishing touch dari suatu produk, termasuk kemampuan dalam pengemasan (packing & wrapping).
    
"Peran pengusaha Jepang untuk mendukungnya bisa dilakukan dengan pengenalan teknologi yang sesuai dengan ukuran besarnya suatu perusahaan, kerja sama modal, serta pembuatan kontrak-kontrak yang jelas," katanya.
    
Ia mencontohkan soal produk kerajinan, bagaimana kedua belah pihak bisa bekerja sama secara efektif dengan mengombinasikan keunggulan masing-masing, misalnya dari sisi Jepang bisa menawarkan teknologi desainnya, sedangkan Indonesia bisa menyediakan produk kerajinan dasar yang artistik dan pekerja yang rajin. "Kebijakan dasarnya sudah dibuat melalui perjanjian Economic Partnership Agreement yang kini tinggal melaksanakan secara serius," ujarnya.
    
Total perdagangan Jepang-Indonesia 2007 mencapai 35,5 miliar dollar AS, baik dari sektor migas maupun nonmigas. Dari sektor migas tercatat perdagangan 10,6 miliar dollar dan nonmigas 24,9 miliar dollar.
    
Sementara itu, hingga April 2008 total perdagangan kedua negara bernilai 14,5 miliar dollar. Sektor migas mencapai 5,3 miliar dollar, sedangkan nonmigas tercatat 9,2 miliar dollar.

Last Updated ( Friday, 18 July 2008 )
 
< Prev   Next >

Polls

Seandainya ada produk e-remittance ditawarkan di Jepang, bagaimana tanggapan Anda ?
 

Who's Online

We have 1 guest online
Webmedie.dk Webdesign Joomla CMS Hjemmeside