|
Jerman diminta kembali mereindustrialisasi indonesia |
|
|
|
|
Written by Erkata Yandri
|
|
Wednesday, 03 September 2008 |
|
Menteri Investasi / Ketua BKPM, Mr. Lutfi jauh-jauh datang ke Jerman untuk merayu pebisnis Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. Tidak ada maksud anti dengan investasi asing, tetapi investasi asing masuk sudah tentu akan meminta fasilitas macam-macam dan juga berpotensi sebagai alat diplomasi politik negara yang bersangkutan. Ada potensi lain yang juga tidak kalah besarnya yang sepertinya tidak tertarik dilirik oleh Pak Menteri ini, yaitu potensi dari jagoan WGTT yaitu para Kenshusesi. Kenshusei tentu tidak perlu minta fasilitas macam-macam atau minta dilayani bak Raja, yang mereka butuhkan hanyalah bagaimana membimbing, menggandeng dan membina mereka untuk sukses berusaha di Indonesia. Juga, Pak Menteri tidak perlu jauh-jauh datang ke Jepang untuk menemui mereka karena sudah ada yang bersedia mengurus mereka dengan suka rela di Jepang yaitu rekan-rekan WGTT.
Jika seandainya Pak Menteri bisa bermimpi dengan menjadikan 2.000 orang Kenshusei yang pulang setiap tahunnya dan masing-masing berhasil mendirikan usaha yang mampu memperkerjakan sekitar dua orang saja, maka kurang lebih sudah ada sekitar 4.000 tenaga kerja/tahun yang mampu diserap oleh para jagoan WGTT ini yaitu Kenshusei. Mereka akan kembali ke kampung halamannya dan menggeliatkan ekomoni di kampugnya tersebut. Mungkin akan jauh lebih besar daripada lapangan kerja yang bisa diciptakan oleh investasi asing.
http://www.detikfinance.com/read/2008/09/02/175824/998775/4/jerman-diminta-kembali-mereindustrialisasi-indonesia |